23 Julai 2015

Tidurlah Lena

Lenalah kawanku
Tidurlah dalam angin yang kian membusuk
Tepuklah bantalmu yang kian berhabuk
Rasakan tenangnya bunyi-bunyi enjin itu.

Lenalah kawanku
Di bawah pohon yang tidak berdaun
Di tepi sungai yang semakin keruh
Di bawah langit yang kian mencengkam.

Lenalah kawanku
Usah dipeduli orang-orang itu
Sibuk dengan rumpun yang hijau
Pedulikan jiwa-jiwa alam itu.

Lenalah terus kawanku
Satu hari kau akan bangun
Bila bumi ini sudah diam
Tanpa bunyi unggas
Tanpa jernih sungai
Tanpa biru langit
dan tanpa angin lembut.

Ingat, jangan bising waktu itu
Kerana orang lain pula mahu tidur
Mengganti penat waktu kau lena.

Tak mengapa kawan,
tidurlah dahulu.

16 Jun 2015

Tenung Renung Menung

Kosong
Aku cuma bermenung
Sesekali tersengguk-sengguk
Di ruangan berpenghuni ini

Sunyi
Di benak fikirku
Kiri kanan nada berlagu
Aku juga yang masih termangu

Sesekali aku terbang
tinggi dan makin tinggi
jauh dan makin jauh
Menuju puncak yang aku tak pasti

Aku melayang jauh
Lembut angin menolak aku
terjatuh dengan lembut
Bagai mimpi indah mengulit pagi
Seakan aku diruang infiniti.

Aku harap begitu,
tapi hakikatnya
aku masih di sini.

Kosong.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...